fbpx

Compare Listings

Arsitektur Rumah Minimalis Dengan 7 Ciri Khas yang Umum Ditemukan

Arsitektur Rumah Minimalis Dengan 7 Ciri Khas yang Umum Ditemukan

Di Indonesia Anda tak akan susah menemukan arsitektur rumah minimalis. Sebab, kebanyakan rumah orang Indonesia sekarang ini terlebih yang tinggal di perkotaan mengusung konsep ini. Konsep rumah minimalis memiliki fokus pada desain bangunan yang bisa memenuhi kebutuhan dasar penghuninya.

Oleh sebab itu, untuk segi ukuran, rumah ini memang tidak terlalu besar. Apa Anda tahu seperti apa ciri khas arsitektur dari rumah minimalis? Kalau belum tahu, Anda bisa melihat ciri khas dari arsitektur model rumah ini di bawah ini!

  1. Arsitektur Rumah Minimalis Berbentuk Geometris dan Tanpa Dekorasi

Ciri khas pertama dari arsitektur rumah minimalis yang bisa Anda lihat adalah bentuknya yang geometris dan tanpa dekorasi. Dengan kata lain, rumah ini memiliki konsep sederhana secara keseluruhan bangunan. Jika dilihat dari luar rumah, rumah model minimalis biasanya memiliki bentuk persegi panjang atau kubus.

Untuk bagian atapnya pun, rumah minimalis ini tidak menggunakan model atap segitiga melainkan model datar. Bagian fasad dari rumah ini sengaja dibangun tanpa dekorasi. Ini berbeda dengan arsitektur rumah lainnya seperti arsitektur rumah Eropa yang penuh dengan dekorasi mencolok.

Fasad arsitektur rumah ini biasanya hanya polos dan dilapisi dengan cat warna putih saja. Sedangkan untuk bagian jendela, rumah minimalis ini tidak memiliki detail yang rumit. Jendelanya hanya berbentuk persegi dengan bingkai yang sederhana. Namun, jenis jendela seperti ini biasanya lebih tahan lama dan bisa melindungi kaca jendela dengan baik.

  1. Memiliki Ruang Terbuka dan Fokus pada Fungsi

Ciri khas lain dari arsitektur rumah minimalis adalah memiliki ruang terbuka dan lebih berfokus pada fungsi. Rumah minimalis biasanya memiliki tata letak yang sangat sederhana dan efisien juga. Denah lantainya biasa dibuat terbuka tanpa ada dinding penyekat antar ruang dan area penyimpanan yang dimiliki juga sangat sederhana.

Furnitur yang digunakan pada desain rumah ini juga tak jauh beda. Sangat sederhana dan apa adanya. Sebagai contoh, di ruang keluarganya, Anda hanya bisa menemukan sofa, meja kopi dan rak pajangan saja. Tak ada berbagai furnitur lain yang memenuhi ruangan. Bentuk dari dekorasi barang-barang tersebut juga sangat sederhana.

Memang, arsitektur rumah minimalis ini tidak mementingkan penampilan sebagai pilihan utama, melainkan lebih pada fungsinya. Furnitur yang memiliki dual fungsi lebih dipilih untuk memenuhi rumah minimalis dibandingkan furnitur besar. Ruang di arsitektur rumah ini juga cenderung terbuka dan minim furnitur agar ruangan tersebut terlihat besar.

  1. Menggunakan Material Sederhana dengan Maksimal

Pembangunan rumah minimalis ini biasanya selalu menggunakan material sederhana yang mudah ditemukan. Misalnya saja, batu bata digunakan untuk dinding dan kayu atau keramik untuk bahan lantai rumah pada arsitektur rumah minimalis. Beberapa rumah memang ada yang menggunakan materail lain.

Misalnya saja, material kaca, beton dan baja. Meski begitu, materail yang digunakan itupun tidak rumit dan justru akan memberikan daya tarik tersendiri pada rumah minimalis. Selain itu, pada desain rumah minimalis ini, lebih menonjolkan sifat dari material bangunan itu sendiri. Dengan begitu, hasilnya tidak akan serumit arsitektur rumah yang lainnya.

  1. Minim Pembatas dan Sekat Ruangan

Ciri khas lain yang bisa Anda temukan pada arsitektur rumah minimalis adalah minim adanya pembatas atau sekat ruangan. Ruang-ruang dalam rumah minimalis biasanya dibiarkan saling menyambung dan tak memiliki dinding pembatas. Misalnya saja, Anda bisa menemukan hal ini pada bagian dapur dan ruang makan yang tersambung jadi satu.

Ruangan ini pun seringkali juga tersambung dengan ruang keluarga. Untuk ruangan yang memiliki sekat atau pembatas, biasanya hanya untuk ruang yang bersifat pribadi saja. Misalnya, kamar mandi dan kamar tidur. Pada ruang yang tidak dipisahkan dengan sekat besar, biasanya akan dibatasi dengan rak atau meja saja.

Dengan tidak menggunakan dinding pembatas, maka bagian dalam rumah tersebut akan terlihat lebih luas, nyaman dan juga terang. Hal ini malah akan membuat rumah tersebut lebih sehat. Sebab, arsitektur rumah minimalis ini akan membuat sinar matahari masuk ke dalam rumah sehingga rumah tersebut jadi lebih hangat.

  1. Didominasi Warna Putih, Hitam dan Abu-Abu

Putih, hitam dan abu-abu adalah warna-warna yang paling sering digunakan pada arsitektur rumah minimalis. Warna monokrom ini akan membuat rumah Anda terlihat bersih, sederhana namun tetap elegan. Selain menggunakan tiga warna tersebut, biasanya rumah minimalis juga akan menggunakan aksen pemanis interior agar tak terlihat monoton.

Biasanya, ketiga warna ini bisa diterapkan pada bagian dinding, lantai, furnitur dan dekorasi hingga peralatan makan di rumah tersebut. Oleh sebab itulah, tiga warna ini dikenal sebagai warna ciri khas dari rumah minimalis sehingga Anda akan menemukannya di kebanyakan rumah minimalis di Indonesia.

  1. Memaksimalkan Pencahayaan dalam Rumah

Arsitektur rumah minimalis memang tidak memiliki bentuk bangunan yang kompleks dan ukiran yang rumit, melainkan lebih menonjolkan kesederhanaan. Kesederhanaan inilah yang membuat daya tarik dari arsitektur rumah ini. Salah satu rahasia dari pencahayaan rumah minimalis ini terletak dari pencahayaan alaminya.

Cahaya alami lebih sering dibiarkan masuk ke dalam rumah melalui jendela-jendela dan ruangan tanpa sekat dinding. Selain itu, rumah minimalis ini juga memiliki pencahayaan tidak langsung. Pencahayaan ini sendiri digunakan untuk menegaskan kesan pada ruangan tertentu sehingga jadi lebih indah.

  1. Dilengkapi dengan Taman Minimalis

Kebanyakan arsitektur rumah minimalis dilengkapi dengan taman minimalis juga. Memang, lahan rumah minimalis sangat terbatas. Namun bukan berarti Anda tak bisa membuat taman di dalamnya. Agar seimbang, biasanya taman di rumah minimalis tidak dilengkapi dengan pohon yang besar.

Selain agar terlihat pas dengan rumah minimalis, juga bertujuan untuk menyiasati lebar lahan yang terbatas. Sebagian tanah akan dibiarkan ditutupi oleh rumput dan batu. Hal ini akan menjadikannya terlihat rapi dan indah. Tanaman merambat juga digunakan pada beberapa bagian taman ini untuk memperindah taman tersebut.

Biasanya, tanaman rambat yang digunakan akan dijaga sehingga tak mengganggu rumah. Selain itu, juga ada tanaman hijau yang berukuran sedang. Di rumah minimalis ini, sangat sedikit kemungkinan Anda bisa menanam bunga berwarna mencolok karena ukurannya memang kecil sedangkan untuk menanam bunga, biasanya perlu ukuran besar.

Untuk menyiasatinya, biasanya akan digunakan model air mancur yang ukurannya juga tak begitu besar. Hal ini akan membuat dekorasi rumah minimalis tersebut jadi lebih baik dan indah. Ukuran dari taman ini disesuaikan dengan ukuran lahan yang disediakan. Oleh sebab itu, Anda tak bisa menambah berbagai tanaman yang disukai seenak hati.

Itulah ciri khas dari arsitektur rumah minimalis yang umum dijumpai. Anda bisa menemukan ciri-ciri di atas di nyaris semua rumah minimalis di Indonesia. Rumah minimalis, selain bentuknya yang sederhana juga akan membuat Anda lebih mudah dalam merawatnya. Biaya perawatan pun tidak mahal bila dibandingkan dengan merawat tipe rumah lain.

Baca Juga: Buat Keluarga dan Pasangan Baru yang Ingin Punya Rumah? Simak Dahulu Tips Menarik Membeli Rumah

 

Related posts

Ingin Dapat Fengshui Rumah Hoki? Ini Syaratnya!

Meski tak semua orang Indonesia berdarah Tionghoa, namun sebagian besar masyarakatnya kadang...

Continue reading

Arsitektur Rumah Eropa Klasik yang Mendunia

Ciri Khas Arsitektur Rumah Eropa Klasik yang Mendunia Arsitektur rumah Eropa Klasik memang sangat...

Continue reading

Arsitektur Rumah Jepang Yang Sering Digunakan

5 Konsep yang Digunakan dalam Arsitektur Rumah Jepang Jepang merupakan sebuah negara yang memiliki...

Continue reading

Join The Discussion